GARUT/Kalampriangan.com – Momen hari Ibu pada 22 Desember bukan sekadar perayaan saja, tapi menjadi pengingat atas peran penting ibu dan perempuan dalam keluarga, masyarakat, hingga negara. Sejarah Hari Ibu berakar dari perjuangan perempuan Indonesia, sehingga maknanya jauh melampaui sekadar memberi hadiah atau ucapan.
Hal itu di ungkapkan Anggota DPR RI dari Fraksi Kebangkitan Bangsa (PKB) Hj Imas Aan Ubudiah dalam kunjungan ke Panti Sosial Rehabilitasi Lanjut Usia Kabupaten Garut, Jalan RSU dr. Slamet, Rabu (17/12/2025)
“Alhamdulillah sore ini kita ada di Gria lansia dinsos Jabar bersama Ibu Titin, kepala dan Pengurus Perempuan Bangsa Kabupaten Garut. Kita sengaja datang kesini karena sekarang memang bulannya Ibu bulan Desember itu semuanya juga sama, Hari Ibu Sedunia,” kata Imas
Imas menuturkan kita mengunjungi ke lokasi berkeliling menyapa bertemu banyak ibu-ibu, terus juga bapak-bapak, dari hasil obrolan mereka sangat merindukan keluarganya, anaknya, dan yang bapak bapak merindukan istrinya, juga ibunya sama.
“Nah harapannya hari ibu ini semoga anak-anak yang punya ibu, anak-anak yang punya orang tua jangan sampai lupa kita itu keluar dari ibu, kita itu keluar dari seorang ayah,” tegasnya
Untuk itu Imas mengajak kepada kaum agnia untuk saling berbagi rezeki ke gria lansia (panti jompo) yang ada di Kabupaten Garut ini.
“Jadi karena ini lansia ini dibawah gubernur provinsi Jawa Barat semoga Pak Dedi bisa mengunjungi Gria lansia,”pintanya
Imas menjelaskan bahwa lansia yang ada di panti ini kebanyakan dari luar daerah Garut seperti ada yang korban tsunami Aceh, Bogor, Cianjur dan lainnya. Ternyata warga Garutnya lansianya sedikit.
“Semoga hari ibu kita makin menjadi ibu contoh buat anaknya, pendamping buat suaminya, dan juga menjadi teladan buat lingkungan dan masyarakat semua,” tutupnya.***


