Garut/Kalampriangan.com – Suasana berbeda terasa di RW 08 Kelurahan Sukakarya Kecamatan Tarogong Kidul,Kabupaten Garut pada Minggu 15 Februari 2026. Sehari menjelang puncak Hari Jadi Garut ke-213 yang jatuh pada 16 Februari, warga merayakannya dengan cara yang tak biasa : menghadirkan mini pameran produk berbahan limbah sampah.
Di sudut ruang publik yang kini tertata rapi yang dulunya merupakan lokasi pembuangan sampah dan tanah tak terurus berjejer meja-meja sederhana memamerkan hasil kreativitas warga dan komunitas peduli lingkungan. Ada ecobrick yang tersusun rapi, hiasan dinding warna-warni, gantungan kunci unik, topi dan tanduk kreasi dari plastik bekas, hingga tas gendong, tas jinjing, bahkan pakaian yang seluruhnya memanfaatkan sampah sebagai bahan utama.
Beberapa komunitas turut ambil bagian dalam pameran tersebut, di antaranya Garut Zero Waste, Bank Sampah Oces Pisan, Kang Baron RW 08, serta Bumi Berlin. Kehadiran mereka menambah warna sekaligus memperlihatkan bahwa gerakan pengelolaan sampah di Garut tumbuh dari berbagai simpul komunitas.
Antusiasme pengunjung terlihat jelas. Anak-anak, remaja hingga orang tua bergantian mendekat, memegang produk, mencoba tas atau topi, dan bertanya bagaimana proses pembuatannya. Tidak sedikit yang terkejut mengetahui bahwa bahan-bahan tersebut sebelumnya adalah sampah rumah tangga yang kerap dianggap tak bernilai.
Para kreator dengan ramah berbagi cerita. Mereka memaparkan proses panjang mengubah sampah menjadi produk layak pakai, mulai dari memilah, membersihkan, hingga merangkainya menjadi barang bernilai jual. Beberapa di antaranya bahkan mengaku telah merasakan dampak ekonomi yang cukup signifikan dari hasil karya tersebut. “Awalnya hanya ingin mengurangi sampah. Tapi ternyata bisa menjadi sumber penghasilan,” ujar salah seorang penggiat lingkungan di sela pameran.
Perayaan ini terselenggara berkat kerja keras warga RW 08 bersama komunitas Bumi Berlin, didukung penuh oleh pihak kelurahan dan Kecamatan Tarogong Kidul. Sejumlah perangkat daerah seperti Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Garut, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Garut, Dinas Pertanian Kabupaten Garut, serta Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut turut memberikan dukungan.
Founder Garut Zero Waste (GZW) bahkan sengaja datang dari luar kota untuk menghadiri kegiatan tersebut sebagai bentuk komitmen terhadap gerakan pengurangan sampah di kabupaten Garut. “Kami akan membantu dalam hal edukasi masyarakat, mengajak masyarakat sebanyak-banyaknya, khususnya di RW 08 harus memilah sampahnya dari rumah” Ujar Bu Kris Miati selaku ketua Garut Zero Waste.
Keunikan inilah yang menjadikan perayaan Hari Jadi Garut ke-213 di RW 08 terasa lebih berbeda. Bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi ruang belajar, ruang berbagi, sekaligus ruang kebersamaan. Sampah yang dulu dipandang sebelah mata, kini lahir karya, penghasilan, dan kebanggaan.
Di tengah semangat Garut Gumiwang Tanjeur Dangiang, warga RW 08 menunjukkan bahwa pelopor perubahan bisa tumbuh dari lingkungan paling sederhana asal ada kemauan, kreativitas, dan gotong royong.***


