Ribuan Jemaah Hadiri Haul Akbar Syekh Jafar Shiddiq ke – 226

0
34
Kegiatan ini dihadiri Mustasyar PBNU KH Said Aqil Siradj, jajaran PC NU Kabupaten Garut, Anggota DPR RI Hj Imas Imas Aan Ubudiah, Kadis Disdik Kabupaten Garut H Asep Wawan Budiman dan ribuan para jemaah Minggu (15/2/2026)

GARUT/Kalampriangan.com – Ribuan jemaah dari berbagai daerah memadati Komplek Makam Sunan Haruman di Jalan Syekh Jafar Shiddiq, Cibiuk, untuk menghadiri puncak peringatan Haul Akbar Al-‘Arif Billah Auliyailillah Al-Maghfurlah Syekh Jafar Shiddiq (Sunan Haruman) ke-226.

Haul Akbar Syekh Jafar Sidiq (Sunan Haruman) di Cibiuk, Garut, diadakan sebagai ajang silaturahmi, ziarah, dan mengenang perjuangan ulama besar penyebar Islam di Jawa Barat dengan mengusung tema “Spriritualitas dan pelestarian nilai-nilai dakwah Walisongo” ini menjadi momentum besar bagi masyarakat.

Kegiatan ini dihadiri Mustasyar PBNU KH Said Aqil Siradj, jajaran PC NU Kabupaten Garut, Anggota DPR RI Hj Imas Imas Aan Ubudiah, Kadis Disdik Kabupaten Garut H Asep Wawan Budiman dan ribuan para jemaah Minggu (15/2/2026)

Dalam tausiyahnya, Kyai Sai mengungkapkan potensi manusia yang harus dijaga sebagai bagian pertanggung jawaban atas amanah yang disematkan Allah kepada manusia. Amanah itu terkait dengan kesanggupan manusia dalam mengemban tugas sebagai pemakmur bumi.

“Ketika ditawari Allah untuk mengemban tugas, bumi, langit, gunung semuanya menolaknya, kecuali manusia yang menyanggupinya, karena manusia itu mengemban amanah dari Allah, maka ia diberi kekuatan yang paling utama dan juga potensi yang tidak dimiliki oleh makhluk lain yaitu adalah soal kecerdasan,,” jelas Kiai Said.

Ia mengatakan bahwa kecerdasan yang disebut sebagai alquwwatun naariqoh atau the power of intelligence, diberikan kepada manusia agar digunakan untuk mencari kebenaran yang bersifat logis dan ilmiah.

“jika kita ingin menemukan kebenaran apa saja maka harus melalui ilmu. Termasuk di dalamnya persoalan agama, maka harus dipegang oleh yang ahlinya, yaitu para ulama,” tegas Kiai Said.

Agil menambahkan, bahwa agama itu jangan sampai dipegang oleh bukan yang ahlinya.

Selain itu, Kiai Said menjelaskan soal perbedaan antara manusia yang disebutnya sebagai basyar dan insan.

“Basyar adalah manusia dalam bentuk rupa wujud yang bersifat konkrit, sementara insan merupakan manusi, selain bersifat basyar ia memiliki potensi kecerdasan dan kedalaman hati nurani,” pungkas Kiai Said.

Pada kesempatan yang sama, Rais Syuriah PCNU yang juga sebagai Ketua MUI Garut sekaligus ketua pelaksana haul KH R Amin Muhyiddin Maolani menyampaikan, apresiasi dan terima kasih atas dukungan penuh dari Bank BRI yang telah berkontribusi nyata dalam kelancaran rangkaian kegiatan ini.

“Dukungan Bank BRI menjadi bukti nyata sinergi antara sektor perbankan dan kegiatan keagamaan masyarakat. Keterlibatan ini membantu penyediaan fasilitas bagi jemaah serta mendukung pemberdayaan ekonomi lokal di sekitar area pemakaman selama kegiatan berlangsung,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa peringatan ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan upaya menjaga sanad keilmuan dan sejarah besar penyebaran Islam di wilayah Garut.

“Kami berterima kasih kepada semua pihak, termasuk MWC NU Cibiuk dan Bank BRI, yang telah membantu kami memuliakan haul sang waliyullah ini dengan begitu megah namun tetap khidmat,” ujarnya.

Pihak panitia berharap melalui Haul Akbar ke-226 ini, keberkahan Syekh Jafar Shiddiq terus mengalir bagi kemajuan masyarakat Cibiuk dan sekitarnya. ***

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini