Universitas Garut Kukuhkan 1.160 Wisudawan Program Sarjana dan Magister ke-XLIII Gelombang I

0
56

GARUT/Kalampriangan.com– Universitas Garut mengukuhkan 1.160 wisudawan program Sarjana dan Magister Angkatan ke-XLIII Gelombang I Tahun Akademik 2025–2026 dalam prosesi yang digelar di halaman kampus, Sabtu, (14 Februari 2026).

Wisuda tersebut tidak hanya menjadi seremoni akademik, tetapi juga momentum strategis yang menautkan pendidikan tinggi dengan agenda pembangunan daerah dan penguatan ketahanan nasional.

Rektor Universitas Garut, Dr. Irfan Nabhani, S.E., M.T., memimpin langsung prosesi pengukuhan. Hadir pula sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhanas RI) Dr. H. T.B. Ace Hasan Syadzily, M.Si., Sekretaris Utama Lemhanas RI Komjen Pol. Drs. R.Z. Panca Putra S, M.Si., Deputi Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Lemhanas RI Mayjen TNI Raden Djaenudin Selamet, S.E., serta Bupati Garut Abdusy Syakur Amin.

Dalam keterangannya kepada awak media, Ace Hasan menegaskan bahwa para lulusan perguruan tinggi memiliki tanggung jawab lebih dari sekadar capaian akademik. Menurut dia, kompetensi yang diperoleh selama masa studi harus diorientasikan untuk kepentingan masyarakat dan daerah asal.

“Garut memiliki kekayaan sumber daya alam yang besar, mulai dari sektor pertanian, kelautan, hingga peternakan. Semua potensi itu membutuhkan sumber daya manusia yang terampil sekaligus berkarakter,” ujarnya.

Ia menambahkan, ketahanan nasional tidak dapat dilepaskan dari ketahanan daerah. Daerah yang kuat secara ekonomi, sosial, dan ideologi akan memperkokoh fondasi bangsa dalam menghadapi dinamika global yang kian kompleks.

Menurut Ace, penguatan nilai kebangsaan, religiusitas, gotong royong, serta integritas moral menjadi kunci agar generasi muda tidak tergerus arus disrupsi teknologi. Ia mengingatkan agar pemanfaatan teknologi digital diarahkan pada produktivitas dan inovasi, bukan pada penyebaran disinformasi atau konten yang merusak.

Apresiasi juga disampaikan terhadap penyelenggaraan pendidikan bela negara di Universitas Garut. Program tersebut dinilai relevan dalam membentuk karakter mahasiswa agar memiliki kecintaan terhadap tanah air dan kesadaran berbangsa.

Dengan jumlah lulusan mencapai 1.160 orang, Universitas Garut dinilai telah melahirkan energi baru bagi pembangunan daerah. Para wisudawan diharapkan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi, inovator di berbagai sektor, sekaligus agen perubahan sosial.

Wisuda ke-43 ini menjadi penanda bahwa pendidikan tinggi di daerah memiliki peran strategis dalam mencetak generasi unggul. Tantangan globalisasi, disrupsi teknologi, hingga kompetisi ekonomi menuntut integrasi antara ilmu pengetahuan, integritas, dan semangat kebangsaan. Dari halaman kampus Universitas Garut, optimisme itu ditegaskan: masa depan daerah bertumpu pada kualitas sumber daya manusianya.***

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini