GARUT/Kalampriangan.com– Gelombang digitalisasi yang semakin deras menuntut kesiapan sumber daya manusia yang tidak hanya terampil, tetapi juga beretika dan waspada. Menjawab tantangan tersebut, Anggota DPR RI Komisi VI Fraksi PKB, Imas Aan Ubudiah, menggelar perhelatan besar bertajuk “Sosialisasi Peningkatan Literasi Digital” bertempat di Kampung Sampireun, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Selasa (16/12/2025).
Kegiatan yang terselenggara berkat kerja sama strategis antara Komisi VI DPR RI dengan Bank Mandiri ini dihadiri oleh ratusan peserta yang memadati ballroom hotel. Para peserta berasal dari beragam latar belakang, mulai dari pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), tokoh masyarakat, pelajar, hingga aktivis perempuan di Kabupaten Garut.
Mengangkat tema besar “Cakap Digital. Menjadi Netizen Produktif dan Terlindungi di Ruang Maya”. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi holistik mengenai empat pilar literasi digital, kecakapan digital (digital skills), budaya digital (digital culture), etika digital (digital ethics), dan keamanan digital (digital safety).
Transformasi Digital untuk Ekonomi Garut
Imas Aan Ubudiah menyoroti potensi besar Kabupaten Garut yang harus diimbangi dengan kemampuan digital warganya. Sebagai legislator yang membidangi BUMN dan Koperasi UKM, Imas menegaskan bahwa infrastruktur internet yang dibangun pemerintah tidak akan berdampak maksimal jika masyarakatnya pasif,” kata Imas dalam sambutannya.
“Hari ini, pasar terbesar ada di genggaman tangan kita. Garut memiliki potensi luar biasa, mulai dari kerajinan kulit, kuliner, hingga pariwisata. Saya tidak ingin warga Garut hanya menjadi penonton atau target pasar produk asing,” ujar Imas
Imas mengatakan melalui sosialisasi bersama Bank Mandiri ini, pihaknya akan mendorong bapak-ibu pelaku UMKM untuk go digital. Manfaatkan platform e-commerce, gunakan pembayaran digital (QRIS), dan perluas pasar hingga ke mancanegara.
“literasi digital adalah kunci untuk menaikkan kelas ekonomi keluarga. “Menjadi netizen produktif artinya mampu mengubah kuota internet menjadi pendapatan. Inilah esensi dari pemberdayaan yang sesungguhnya,” tambahnya.
Antusiasme Warga dan Komitmen Berkelanjutan
Sesi diskusi berlangsung interaktif. Banyak peserta yang menyampaikan keluhan terkait maraknya penipuan online dan meminta tips praktis untuk mengembangkan usaha secara digital.
Pihak Bank Mandiri yang turut hadir memberikan paparan teknis mengenai keamanan transaksi perbankan digital dan akses permodalan bagi UMKM yang sudah go digital.
Salah satu peserta, seorang pelaku UMKM kuliner asal Tarogong, mengaku sangat terbantu dengan acara ini.
“Awalnya saya takut pakai aplikasi perbankan atau jualan online karena takut ditipu. Setelah mendengar penjelasan Bu Imas dan Gus Muhaimin, saya jadi paham mana yang aman dan bagaimana caranya supaya dagangan saya lebih laku lewat internet,”katanya.
Menutup kegiatan, Imas Aan Ubudiah berkomitmen untuk terus mengawal program-program literasi seperti ini di masa mendatang.
Ia berharap indeks literasi digital di Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Garut, dapat terus meningkat, menciptakan masyarakat yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga sejahtera karenanya. (Husni)


