GARUT/Kalampriangan.com– Bulan suci Ramadhan, bulan penuh berkah, menjadi momentum istimewa untuk merajut kembali tali persaudaraan sekaligus mempertebal kepedulian sosial.
Harmoni ini tergambar jelas dalam kehangatan acara “Iftar & Silaturahmi Munajat Cinta Ramadhan” yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) Kabupaten Garut.
Membawa tema “Melangitkan Do’a di Bulan Suci, Membumikan Khidmat untuk Negeri”,
acara ini terasa semakin bermakna dengan hadirnya Anggota DPR RI Komisi IV, Teh Imas Aan Ubudiah, yang juga merangkai kegiatan ini dengan agenda kepedulian PKB Berbagi.
Suasana keakraban dan kekeluargaan mewarnai pertemuan para kader dan pengurus IKA PMII Garut. Kehadiran Teh Imas di tengah-tengah sahabat pergerakan bukan sekadar untuk agenda berbuka puasa bersama, melainkan menjadi ajang konsolidasi gerakan sosial dan penyambung amanah dari Ketua Umum.
Melalui inisiatif PKB Berbagi, acara ini diisi dengan penyaluran bingkisan sebagai bentuk nyata kehadiran partai di tengah masyarakat dan akar rumput saat bulan yang penuh berkah. Hal ini membuktikan bahwa pergerakan tidak hanya sebatas diskursus, tetapi juga aksi nyata di lapangan.
Melalui momentum silaturahmi yang sarat akan nilai spiritual ini, sinergi di dalam tubuh IKA PMII Kabupaten Garut diharapkan dapat semakin kokoh dan sejalan dengan visi perjuangan kerakyatan.
Tidak hanya sekadar rutinitas tahunan, integrasi antara silaturahmi IKA PMII dan agenda PKB berbagi ini menjadi wadah untuk menyatukan visi, menyamakan frekuensi, serta membumikan karya demi kesejahteraan umat, beriringan dengan doa-doa yang dilangitkan.
“Kehadiran kita pada hari ini, memadukan silaturahmi keluarga besar IKA PMII dan semangat ‘PKB berbagi’, adalah wujud implementasi paling nyata dari tema yang kita usung, sekaligus meneruskan pesan perjuangan dari Pak Muhaimin,” ujar Teh Imas Aan Ubudiah Anggota DPR RI fraksi PKB dalam sambutanya bertempat di Hotel Harmoni, Jalan Cipanas Kabupaten Garut, Sabtu (14/3/2026).
Menurutnya bulan Ramadhan bukan sekadar tentang menahan lapar, tapi tentang menajamkan empati.
‘Kita melangitkan doa dan munajat untuk memohon ridha-Nya, namun tangan kita harus tetap membumi, dan turun merangkul, menyapa, dan berbagi dengan sesama,”katanya.
Imas berharap kader PMII dan keluarga besar PKB harus selalu menjadi yang terdepan dalam menebar khidmat dan manfaat nyata bagi masyarakat Garut dan juga negeri tercinta,” pungkasnya.***


