GARUT/Kalampriangan.com — Ancaman penipuan berkedok investasi kian marak mengintai masyarakat hingga ke pelosok desa. Menyikapi hal tersebut, Yayasan Darushshibyan Cisewu mengambil langkah preventif dengan menyelenggarakan kegiatan “Sosialisasi Literasi Keuangan & Investasi Yang Aman” di Aula Pendopo Kabupaten Garut pada Senin (20/4/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Membangun Masyarakat Cerdas Finansial, Waspada Investasi Bodong” ini dihadiri oleh ratusan wali murid dan tokoh masyarakat lokal yang antusias menyimak strategi perlindungan aset keluarga.
Ketahanan Ekonomi Dimulai dari Keluarga
Hadir sebagai narasumber utama, Ibu Hj. Kinkin memberikan pemaparan mendalam mengenai pentingnya peran keluarga sebagai filter utama terhadap berbagai tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan tidak masuk akal. Menurutnya, kecakapan finansial adalah benteng pertama dalam menjaga stabilitas hidup.
“Ketahanan ekonomi nasional itu sejatinya dimulai dari kecakapan finansial di tingkat rumah tangga. Ibu-ibu dan bapak-bapak harus berani menolak tawaran yang tidak logis. Jangan sampai tabungan yang dikumpulkan susah payah hilang begitu saja karena kurang waspada,” tegas Ibu Hj. Kinkin dalam pemaparannya.
Langkah Proteksi Warga Cisewu
Ketua Yayasan Darushshibyan menyatakan bahwa sosialisasi ini merupakan bentuk tanggung jawab moral yayasan dalam memberikan proteksi bagi warga, khususnya di wilayah Cisewu. Hal ini dilakukan agar masyarakat tidak lagi terjebak dalam skema penipuan yang sering kali mengatasnamakan investasi resmi.
Melalui sinergi strategis bersama IFG, yayasan berharap masyarakat semakin melek terhadap berbagai produk keuangan yang legal dan berada di bawah pengawasan pemerintah.
Membangun Masyarakat Cerdas Finansial
Lebih jauh lagi, kegiatan ini diharapkan mampu mengubah pola pikir masyarakat dalam mengelola keuangan secara lebih rasional. Dengan memahami ciri-ciri investasi ilegal, warga diharapkan dapat lebih selektif dan memilih instrumen investasi yang aman serta berkelanjutan.
Sebagai penutup, kolaborasi antara lembaga pendidikan seperti Yayasan Darushshibyan dan institusi keuangan merupakan langkah nyata untuk mewujudkan masyarakat Garut yang cerdas finansial. Literasi keuangan bukan lagi sekadar pengetahuan, melainkan kebutuhan mendesak untuk melindungi kesejahteraan keluarga di masa depan.***


