Dorong Kemandirian Ekonomi, Yayasan Al-Mamun Ghazali Gelar Edukasi Pasar Modal Bersama IFG

0
19

GARUT/Kalampriangan.com – Upaya meningkatkan taraf ekonomi masyarakat kini tidak lagi hanya bertumpu pada sektor konvensional. Kenyataannya, pemahaman terhadap instrumen keuangan modern menjadi kunci penting dalam mengubah pola pikir masyarakat dari konsumtif menjadi produktif.

Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan strategis bertajuk “Sosialisasi Edukasi Pasar Modal & Manajemen Risiko” yang digelar oleh Yayasan Al-Mamun Ghazali pada Selasa (21/4/2026). Kegiatan yang mengusung tagline “Cerdas Berinvestasi, Aman Berkelanjutan” ini merupakan hasil kolaborasi nyata bersama pihak IFG.

Literasi Tinggi untuk Masyarakat Desa

Kegiatan ini mendapatkan apresiasi langsung dari tokoh perempuan Kabupaten Garut, Teh Ai Sadidah, yang hadir memberikan arahan. Menurutnya, menghadirkan literasi keuangan tingkat tinggi ke wilayah pedesaan adalah langkah berani sekaligus solutif untuk memutus rantai investasi bodong yang sering merugikan warga.

“Saya sangat mengapresiasi langkah Yayasan Al-Mamun Ghazali. Menghadirkan edukasi pasar modal ke desa adalah bentuk nyata perjuangan kemandirian ekonomi. Warga kita harus paham bahwa investasi itu bukan sekadar soal keuntungan, tapi soal manajemen risiko yang matang,” ujar Teh Ai Sadidah dalam arahannya.

Mengubah Paradigma Investasi

Lebih jauh lagi, sosialisasi ini memfokuskan pada cara kerja instrumen saham dan reksadana. Materi edukasi ditekankan pada pentingnya mitigasi risiko agar aset masyarakat tetap terlindungi di tengah dinamika pasar global.
Akses terhadap pasar modal kini telah terbuka lebar bagi siapa saja melalui teknologi digital. Namun, kemudahan akses tersebut harus dibarengi dengan proteksi pengetahuan yang kuat agar tidak menjadi bumerang bagi keuangan keluarga.

Inklusi Keuangan yang Merata

Sinergi antara yayasan pendidikan dan institusi seperti IFG ini dipandang sebagai motor penggerak inklusi keuangan yang merata, khususnya di Jawa Barat. Dengan adanya edukasi ini, masyarakat diharapkan mampu mengelola aset mereka secara lebih profesional dan terencana.

Sebagai penutup, Teh Ai Sadidah menegaskan bahwa pemberdayaan ekonomi berbasis literasi adalah investasi jangka panjang yang paling berharga. Melalui pemahaman pasar modal yang sehat, diharapkan muncul kemandirian ekonomi yang kokoh di tingkat desa, selaras dengan semangat memajukan kesejahteraan seluruh warga Garut.***

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini