Minggu, Oktober 25, 2026
Beranda KalamNews Semarak Hari Santri 2026, MWC NU Karangpawitan Gelar Takbir Akbar dan Pentas...

Semarak Hari Santri 2026, MWC NU Karangpawitan Gelar Takbir Akbar dan Pentas Seni Islami

0
70
KH Aceng Abdul Mujib, S, Ag bersama para sesepuh dan jajaran pengurus MWC NU Kecamatan Karangpawitan, bertempat di Yayasan Bani Syekh Nuryayi, Sabtu (24/10/2026)

GARUT, KalamPriangan.com – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, menggelar kegiatan Takbir Akbar yang dirangkaikan dengan pertunjukan seni dan budaya Islami. Kegiatan tersebut melibatkan puluhan lembaga keagamaan sebagai upaya mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus melestarikan tradisi dan budaya pesantren.

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu (24/10/2026) tersebut bertempat di Yayasan Bani Syekh Nuryayi, Jalan Cibangban, Kelurahan Karangmulya, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut. Acara ini dihadiri para sesepuh, pengurus MWC NU Karangpawitan, serta sejumlah tokoh masyarakat, termasuk Lurah Karangmulya, Cecep.

Sebanyak 39 pondok pesantren dan enam majelis taklim se-Kecamatan Karangpawitan turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Kehadiran berbagai lembaga keagamaan ini menjadi wujud kebersamaan dalam menyemarakkan Hari Santri Nasional sekaligus memberikan ruang bagi para santri untuk menampilkan kemampuan, kreativitas, dan bakat yang berkembang di lingkungan pesantren.

Beragam pertunjukan seni dan keagamaan ditampilkan, mulai dari seni bela diri pencak silat, tari Saman, hingga lantunan nadom khas pesantren yang bersumber dari kitab-kitab klasik. Di antaranya Alfiyah, Jurumiyah, Imrithi, Ya’qulu, dan Amtsilati.

Selain pertunjukan seni, kegiatan tersebut juga menampilkan kemampuan santri dalam membaca kitab kuning, memahami materi tajwid, mempraktikkan bacaan salat, serta berbagai keterampilan keagamaan lainnya.

Penampilan tersebut tidak hanya menjadi hiburan bagi para peserta dan tamu undangan, tetapi juga memperlihatkan kekayaan tradisi keilmuan Islam yang selama ini tumbuh dan berkembang di lingkungan pondok pesantren.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan Takbir Akbar yang menghadirkan KH Aceng Abdul Mujib, S.Ag., selaku Ketua Yayasan Bani Syaikh Nuryayi

Panitia kegiatan MWC NU Kecamatan Karangpawitan, Riyan Hermawan, menyampaikan bahwa penyelenggaraan kegiatan tersebut memiliki sejumlah tujuan penting. Selain memperkuat tali silaturahmi antarpesantren dan majelis taklim, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk menggali potensi, bakat, serta minat para santri di bidang seni, budaya, dan keagamaan.

Menurutnya, pesantren tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan yang membentuk karakter dan memperdalam ilmu agama, tetapi juga memiliki kekayaan seni dan budaya yang perlu dijaga, dikembangkan, serta diperkenalkan kepada masyarakat luas.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin mempererat silaturahmi antarpondok pesantren dan majelis taklim se-Kecamatan Karangpawitan, menggali bakat serta minat para santri, sekaligus memberikan apresiasi atas peran santri dalam mengisi kemerdekaan,” ujarnya.

Ia menambahkan, peringatan Hari Santri Nasional menjadi momentum untuk mengenang perjuangan para santri dan ulama dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Semangat perjuangan tersebut diharapkan terus diwariskan melalui pendidikan, dakwah, pengembangan ilmu pengetahuan, serta pengabdian kepada masyarakat.

Dalam konteks tersebut, seni dan budaya pesantren dinilai memiliki peran penting sebagai media pendidikan karakter sekaligus sarana menyampaikan nilai-nilai keislaman kepada generasi muda.

Panitia juga berharap karya seni dan budaya yang tumbuh di lingkungan pesantren memperoleh perhatian lebih luas, sehingga dapat terus dilestarikan dan dikembangkan tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur yang menjadi landasannya.

Selain itu, dokumentasi karya-karya seni khas pesantren dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan tradisi sekaligus memberikan perlindungan terhadap hak kekayaan intelektual sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

“Harapannya, ke depan seni dan budaya yang lahir dari pesantren dapat lebih terakomodasi, dikembangkan, dan menjadi identitas yang membanggakan bagi pesantren. Nilai-nilai keagamaan yang terkandung di dalamnya juga harus tetap dijaga,” tuturnya.

Melalui kegiatan Takbir Akbar dan pentas seni budaya Islami ini, MWC NU Kecamatan Karangpawitan berharap semangat Hari Santri Nasional tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Lebih dari itu, momentum ini diharapkan mampu memperkuat persatuan, meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap tradisi keilmuan Islam, serta mendorong para santri untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Kebersamaan yang terbangun antara pesantren, majelis taklim, para sesepuh, pengurus organisasi, dan unsur pemerintahan diharapkan menjadi modal penting dalam menjaga tradisi keagamaan serta membangun kehidupan masyarakat yang religius, harmonis, dan berbudaya di Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut.(red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini