Minggu, Oktober 25, 2026
Beranda KalamBisnis KH Aceng Mujib: Santri Harus Jadi Generasi Penerus Ulama

KH Aceng Mujib: Santri Harus Jadi Generasi Penerus Ulama

0
65
KH Aceng Mujib Ketua Yayasan Bani Syekh Nuryayi

GARUT, KalamPriangan.com – Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, menjadi momentum untuk memperkuat semangat belajar, kecintaan terhadap ilmu agama, serta tanggung jawab santri dalam meneruskan perjuangan para ulama.

Kegiatan yang berlangsung di Yayasan Bani Syekh Nuryayi, Kecamatan Karangpawitan, pada Sabtu malam (24/10/2026) tersebut diwarnai dengan pesan-pesan keagamaan yang menekankan pentingnya menjaga tradisi keilmuan pesantren dan melahirkan generasi penerus ulama.

Dalam tausiyahnya, KH Aceng Mujib menyampaikan rasa syukur atas semakin meriah dan meningkatnya partisipasi masyarakat dalam peringatan Hari Santri Nasional di Kecamatan Karangpawitan.

Ia berharap, penyelenggaraan Hari Santri pada tahun mendatang dapat berlangsung lebih semarak, melibatkan lebih banyak peserta, serta memberikan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, peringatan Hari Santri Nasional di Kecamatan Karangpawitan semakin meriah. Mudah-mudahan tahun depan semakin semarak, semakin banyak pesertanya, semakin besar rasa syukur dan semangatnya, serta semakin banyak manfaat yang dirasakan masyarakat. Amin ya Rabbal Alamin,” ungkapnya.

KH Aceng Mujib juga menegaskan bahwa santri memiliki tanggung jawab moral yang besar sebagai generasi penerus ulama. Karena itu, santri tidak hanya dituntut untuk memperdalam ilmu agama, tetapi juga harus mampu menjaga, memahami, dan mengamalkan ilmu yang telah dipelajari.

Menurutnya, tradisi keilmuan pesantren yang diwariskan para kiai dan ajengan dari generasi ke generasi harus terus dipelihara agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

Hal tersebut tercermin dalam penampilan para santri yang menunjukkan kemampuan membaca dan melantunkan bait-bait kitab klasik atau kitab kuning, seperti Alfiyah Ibnu Malik, Jurumiyah, dan Imrithi, serta mempelajari ilmu sharaf sebagai bagian penting dalam memahami tata bahasa Arab.

Tradisi tersebut menjadi salah satu ciri khas pendidikan pesantren yang berperan penting dalam membentuk santri berpengetahuan agama yang kuat, berakhlak mulia, dan memiliki bekal keilmuan untuk meneruskan perjuangan para ulama.

Lebih lanjut, ia berharap peringatan Hari Santri Nasional tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi juga mampu membangkitkan semangat generasi muda untuk terus belajar, memperkuat kecintaan terhadap ilmu agama, dan berkontribusi positif dalam kehidupan bermasyarakat.

Melalui momentum Hari Santri Nasional 2026, semangat kebersamaan, ukhuwah Islamiyah, serta komitmen menjaga tradisi keilmuan pesantren diharapkan semakin tumbuh di tengah masyarakat Kecamatan Karangpawitan.

Dengan demikian, santri diharapkan mampu menjadi generasi penerus ulama yang tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga berperan aktif dalam membangun masyarakat yang religius, berilmu, dan berakhlak mulia.(red)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini