
GARUT, KalamPriangan.com – Suasana haru menyelimuti momen pelepasan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, H. Nurdin Yana, yang memasuki masa purna bakti. Alunan lagu lawas berjudul Pilu mengiringi prosesi perpisahan yang berlangsung di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Garut, Senin (2/11/2026).
Lagu ciptaan Benny Panjaitan yang populer pada era 1970-an tersebut seolah menjadi pengiring kenangan perjalanan panjang pengabdian seorang aparatur sipil negara (ASN) yang telah puluhan tahun mendedikasikan dirinya untuk pemerintahan dan masyarakat Kabupaten Garut.
Suasana semakin menyentuh ketika lagu tersebut dilantunkan oleh tiga sosok yang selama ini berada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut, yakni Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kabupaten Garut, Yani Yuliani, Rika Mawarika dari bagian Protokol, serta Dedy Rahayu Abadi yang merupakan ajudan Sekda Garut.
Ketiganya mempersembahkan suara emasnya dengan penuh penghayatan. Lantunan lagu yang dibawakan di tengah suasana pelepasan itu semakin menambah nuansa emosional, menghadirkan kenangan sekaligus rasa kehilangan atas berakhirnya masa pengabdian Nurdin Yana sebagai Sekda Garut.
Alunan musik dan lirik lagu Pilu seakan menjadi bahasa perasaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Para hadirin pun larut dalam suasana haru, mengenang kebersamaan serta perjalanan pengabdian yang telah dilalui.
Momen tersebut bukan sekadar seremoni pelepasan jabatan, melainkan juga menjadi ungkapan penghormatan dan apresiasi atas perjalanan panjang Nurdin Yana selama mengabdi sebagai ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut.
Sepanjang perjalanan kariernya, Nurdin Yana pernah mengemban sejumlah jabatan strategis, mulai dari camat, kepala dinas, asisten daerah hingga dipercaya menduduki jabatan Sekretaris Daerah Kabupaten Garut.
Berbagai pengalaman dan pengabdian tersebut menjadi bagian dari perjalanan birokrasi di Kabupaten Garut. Kedekatannya dengan berbagai kalangan, termasuk insan pers, organisasi kemasyarakatan, dan elemen masyarakat, turut mewarnai perjalanan tugasnya selama ini.
Kini, setelah puluhan tahun menjalankan amanah sebagai abdi negara, Nurdin Yana resmi memasuki masa purna bakti. Namun, berakhirnya masa tugas bukan berarti berakhir pula jalinan silaturahmi dan kenangan bersama orang-orang yang pernah berjalan beriringan dalam pengabdian.
Perpisahan itu meninggalkan pesan bahwa setiap perjalanan pengabdian pasti memiliki akhir, tetapi dedikasi, ketulusan, dan kenangan yang ditinggalkan akan selalu hidup dalam ingatan.
Diiringi lagu Pilu, air mata, dan jabat tangan perpisahan, momen tersebut menjadi kenangan tersendiri bagi keluarga besar Pemerintah Kabupaten Garut.
Selamat memasuki masa purna bakti, H. Nurdin Yana. Terima kasih atas dedikasi dan pengabdian untuk Kabupaten Garut. Semoga senantiasa diberikan kesehatan, keberkahan, serta kebahagiaan bersama keluarga.***

